SINGARAJA FM,-Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Sukasada (RDTR) 2025-2045 telah dimulai oleh pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai langkah strategis untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Pembahasan RDTR ini berlangsung dalam rapat yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng
Seijin Kepala Dinas
Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Gede Ngurah Dharma Seputra, Kepala Bidang
Tata Ruang dan Bina Konstruksi, mengatakan pada Kamis,(27/3/2025).
RDTR ini mencakup 17
desa di Kecamatan Sukasada, perencanaan ini diarahkan untuk menjadikan Sukasada
sebagai pusat pelayanan kawasan yang berdaya saing, nyaman, dan berkelanjutan,
dengan sektor unggulan pariwisata dan pertanian berbasis kearifan lokal.
RDTR Sukasada 2025-2045
membagi kawasan menjadi tiga sub-wilayah pengembangan diantaranya ekowisata,
pertanian, dan permukiman. Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD)
Bedugul-Pancasari, serta didukung pengembangan Turyapada Tower sebagai ikon
wisata sekaligus infrastruktur telekomunikasi nasional.
Selain itu, RDTR ini
juga mencakup beberapa proyek infrastruktur utama, seperti jaringan
transportasi, pembangunan jalan pendek nasional, dan jalan lingkar Turyapada. Pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH),
instalasi air minum, dan jaringan irigasi adalah bagian dari sistem energi dan
air bersih. Pengendalian limbah: TPS3R
di Desa Selat dan IPAL Kota di Desa Pancasari sedang dibangun.
Isu mitigasi bencana
seperti abrasi, banjir, tanah longsor, dan tsunami yang dapat berdampak pada
kawasan pemukiman dan pertanian juga menjadi sorotan dalam RDTR ini.
"Dengan adanya
RDTR ini, pembangunan di Sukasada akan lebih terarah dan terintegrasi. Tidak
hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan
lingkungan," kata Gede Ngurah Dharma Seputra.
Agar implementasi RDTR
ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,
pemerintah kabupaten Buleleng akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan
ke depan.
0Komentar